Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
SMK TELKOM MALANG RAIH NILAI UNBK 2019 TERTINGGI SE-JAWA TIMUR
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMK Telkom Malang, pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer tahun 2018/2019. SMKTelkom Malang berhasil menjadi peraih nilai UNBK tertinggi se-Jawa Timur dengan nilai rata-rata 297,44.
Bukan hanya itu, 5 siswa SMK Telkom masuk dalam 10 besar peserta didik SMK Swastra se-Jawa Timur. Yunita Khoirun Nisa (peringkat 1), Annisa Fairuz Zahira (peringkat 3), Yoga Cahya Romadhon (peringkat 4), Salsabilla Prilia Fandi (Peringkat 5), Dhana Arvina Alwan (peringkat 7). Sementara itu, salah satu siswa yaitu Yunita Khoirunnisa juga masuk dalam 10 besar peserta didik SMK Negeri dan Swasta se-Jawa Timur.
Prestasi nilai UN ini sangat luar biasa, terlebih SMK Telkom Malang dapat memperhatankannya selama tiga tahun berturut-turut. Hal ini diungkapkan oleh Kepala SMK Telkom Agoes Windarto yang sangat bersyukur sekolahnya selama tiga tahun berturut-turut bisa mempertahankan prestasi terbaik.
Prestasi membanggakan lainnya yang berhasil diukir SMK Telkom Malang ditahun 2019 ini adalah terdapat 23 siswa yang memperoleh nilai sempurna atau 100 dalam UN kali ini, diantaranya 22 siswa memperoleh nilai 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 1 orang siswi memperoleh nilai 100 pada mata pelajaran Bahasa Inggris.
Prestasi membanggakan lainnya yang berhasil diukir SMK Telkom Malang ditahun 2019 ini adalah terdapat 23 siswa yang memperoleh nilai sempurna atau 100 dalam UN kali ini, diantaranya 22 siswa memperoleh nilai 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 1 orang siswi memperoleh nilai 100 pada mata pelajaran Bahasa Inggris.
“Bagi sekolah, nilai UNBK siswa sebagai kinerja atau performa sekolah. Saya apresiasi kerja dewan guru juga para siswa,” ujar Agoes.
Sebagaimana sekolah lain, juga dilakukan latihan-latihan UNBK buat siswa dan melakukan pengayaan. Namun tak hanya sisi akademik atau rasio, tapi digarap holistik. Misalkan untuk rohnya juga disentuh, seperti sholat dhuha, puasa Senin-Kamis, juga rasa dan raganya. Olahraga tak sekedar olahraga tapi dibuat enjoy agar jadi refreshing bagi semua.
Selain itu juga menitipkan doa setiap hari bagi para siswa kelas XII yang menjalankan UNBK ke warga sekolah, baik guru, sekuriti, pegawai hingga penjaga kantin. Tujuannya agar para siswa bisa melaksanakan ujian dengan lancar.
dikutip dari:
Peraih Nilai UN Tertinggi Se Jatim Kembali Dipegang SMK Telkom Malang
Daftar
Nilai Kolektif Ujian Nasional (DKHUN), Sabtu (29/4/2017)
dibagikan Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jatim. Pembagian master nilai ini
diberikan pada cabang dinas dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota dan
Kabupaten.
Kepala
Dindik Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan, Jatim menjadi salah satu provinsi
yang melaksanakan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) 100 persen. Hal ini
berarti indeks integritas kejujuran di Jatim 100 persen, Kepala Dinas
Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman menyebutkan, untuk tingkat SMK, peringkat
pertama ditempati Kota Malang dengan nilai total 239,59. Kemudian disusul
Madiun (235,25), Kota Blitar (233,95), Kabupaten Tulungaagung (232,35) dan Kota
Batu (232,33).
Kota
Malang mendapatkan raihan cemerlang untuk Ujian Nasional (Unas) 2017 di tingkat
Provinsi Jawa Timur. raihan ini merupakan kado manis dihari pendidikan
nasional, salah satu sekolah peraih nilai UN terbaik se Jatim adalah SMK Telkom
Sandhy Putra Malang.
Empat
siswa SMK Telkom Sandhy Putra Kota Malang masuk 10 besar peringkat peraih
nilai ujian nasional terbaik se Jatim yang diumumkan, Sabtu (29/4/2017) di
Surabaya. Hebatnya lagi, empat siswa Malang itu menempati posisi tertnggi
yakni di peringkat 1, 2, 3 dan 5. Peringkat pertamanya adalah Sandy Novarizky
Budi Susila dengan total nilai 377.60. Di peringkat kedua dan ketiga
masing-masing Muhammad Pandu Widodo yang mendapat nilai total 376.60 dan
Muhammad Zhorif Fadlurrohman dengan nilai 375.30
Satu
lagi siswa SMK Telkom yang masuk 10 besar yakni
Ni Made Distiara di peringkat lima dengan nilai total 372.50 Selain empat
siswa SMK Telkom, jajaran SMK Malang Raya juga mencatatkan prestasi
nilai Unas terbaik seperti peringkat 4 yang
diduduki siswa SMKN
1 Turen, Kabupaten Malang.
Dan di peringkat 9 diduduki siswa SMK PGRI 3 Kota Malang.
Peringkat 10 diisi siswa SMKN
1 Singosari, Kabupaten Malang.
FACTORS AFFECTING THE ACHIEVEMENT OF FIBER OPTIC INSTALATION COMPETENCE IN CERTIFICATION INSTITUTION AND ITS IMPACT ON THE GRADUATES’ PERFORMANCE IN INDUSTRIAL WORLD
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENCAPAIAN KOMPETENSI TEKNIK INSTALASI FIBER OPTIK DI LEMBAGA SERTIFIKASI
PROFESI DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA LULUSAN DI DUNIA KERJA
Pangadongan Elfin Pujianto1*, Djoko Kustono2,
Hakkun Elmunsyah3
1SMK Sandhy Putra Telkom Malang
2Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang
3Pendidikan
Kejuruan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang
*elfin@smktelkom-mlg.sch.id
ABSTRAK
Dengan
pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia, maka kebutuhan bandwith
dan perkembangan infrastruktur jaringan juga mengalami peningkatan, hal ini
harus berbanding lurus dengan tersedianya sumberdaya manusia yang kompeten di
bidang telekomunikasi khususnya teknik instalasi fiber optik. Sekolah menengah kejuruan perlu
menyikapi keadaan ini sehingga mampu memberikan bekal keterampilan dan
pengetahuan agar lulusannya menjadi tenaga kerja
yang produktif.
Menanggapi hal tersebut dibentuklah lembaga sertifikasi profesi yang berfungsi
memberikan pelatihan spesifik serta sertifikat keahlian berstandar nasional,
sehingga lulusannya mampu bersaing di dunia kerja. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan mengkaji serta menganalisis tentang pengaruh nilai ujian
nasional, sarana prasarana laboratorium, kemampuan mengajar guru, dan nilai
mata pelajaran sistem telekomunikasi, terhadap pencapaian kompetensi teknik
instalasi fiber optik serta implikasinya pada kinerja lulusan di dunia kerja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan
ilmu manajemen sumber daya manusia yang dikombinasikan dengan teori-teori
pendidikan kejuruan dan pelatihan. Jenis penelitian ini adalah descriptive
verificative dan explanatory survey dengan unit analisis adalah
alumni SMK Telkom Malang yang telah memperoleh sertifikat kompetensi dari
lembaga sertifikasi profesi dibidang fiber optik, dengan unit observasi adalah
TUK Moklet Malang dan PT. Telkom Akses region Jawa Timur. Proses pengambilan
data menggunakan angket performance list dimana telah divalidasi oleh
pakar ahli. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis jalur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja lulusan dipengaruhi secara
signifikan oleh pencapaian kompetensi, dimana sarana prasarana dan kemampuan
mengajar guru berpengaruh paling dominan terhadap pencapaian kompetensi,
sedangkan nilai ujian nasional merupakan faktor yang paling kecil memberikan
pengaruh terhadap pencapaian kompetensi dibidang fiber optik.
Kata kunci : kinerja
lulusan, pencapaian kompetensi, lembaga sertifikasi profesi, dan teknik
instalasi fiber optik.
ABSTRACT
With the rapid growth of Internet users in Indonesia, the bandwidth requirements and the development of network infrastructure also increased, this should be directly accompanied by the availability of skilled human resources in the field of tele communications, particularly the techniques of fiber optic installation. Therefore, secondary vocational schools need to address this situation to provide the required skills and knowledge so that graduates become productive workers. Responding to that situation, professional certification institutions which serves to provide specific training as well as a professional certificate have been established so that graduates are able to compete in the industrial work. The purpose of this study was to determine, review and analyze the influence of the national exam, laboratory infrastructure, teaching competence, and the score on specific lesson (telecommunication system) to the achievement of fiber optic instalation competence and its impact on the graduates’ performance in industrial world. This research uses human resources management science approach and is combined with theories of vocational education and training. This research is descriptive verificative and explanatory survey with the unit of analysis is the graduates’ of SMK Telkom Malang who has obtained the certificate of professional competence from certification institution in the field of fiber optics, the observation unit is TUK Moklet Malang and PT. Telkom Access East Java region. The retrieval of data is using questionnaires performance list which has been validated by expert. This research data analysis techniques is using path analysis. The results showed that the performance of graduates is significantly affected by the achievement of competence, in which infrastructure and teaching competence are the most dominant to influence on the achievement of competence, while the national examination has the smallest proportion to influence on the achievement of competence in the field of fiber optics.
Key Words: graduate performance, achievement of competencies, professional certification agency, and the installation of fiber optic.
PENDAHULUAN
Sejalan dengan arus globalisasi, teknologi berkembang dengan
amat pesat, teknologi yang di hari kemarin masih dianggap modern, bukan tidak
mungkin hari ini sudah mulai basi. Teknologi telekomunikasi misalnya, beberapa
tahun yang lalu, kebanyakan orang di Indonesia dalam menggunakan sarana
telekomunikasi cukup melalui telepon dan sms. Namun, seiring dengan
berkembangnya media internet, cara orang dalam berkomunikasi sudah banyak
berubah, dari telepon dan sms kini beralih ke media berbasis internet seperti: chat, email, media sosial, bahkan video
call melalui jaringan internet.
Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dalam mengadopsi
telepon seluler pintar atau smart phone. Menurut
hasil riset Google dengan barometer
konsumen dan Taylor Nelson Sofres ditahun
2015, penggunaan ponsel pintar orang Indonesia meningkat dua kali lipat dari
14% menjadi 28% dalam satu tahun (Koran Tempo, Februari 2015:2). Terungkap pula, 62% orang Indonesia menggunakan ponsel
pintar untuk mengakses internet, hal ini menyebabkan Indonesia menempati salah
satu posisi teratas di dunia terkait dengan akses internet eksklusif dari
ponsel pintar, yaitu nomor satu di Asia dan tiga di dunia.
Tuntutan
perkembangan infrastruktur kebutuhan bandwidth
berbanding lurus dengan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan pada bidang Teknik Instalasi Fiber Optik (TIFO). Sekolah menengah kejuruan (SMK) perlu menyikapi keadaan ini sehingga
mampu memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan agar lulusannya menjadi
tenaga kerja yang produktif. SMK seharusnya berperan penting dalam menyumbang calon
tenaga kerja terdidik tingkat menengah, akan tetapi dalam kenyataanya yang ada
justru orang-orang terdidiklah yang banyak menambah angka pengangguran
khususnya dari lulusan SMK. Berdasarkan hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) per-Agustus 2014 yang menyebutkan bahwa, dari 182,99 juta orang tenaga kerja
Indonesia, sebanyak 7,24 juta orang di Indonesia berstatus pengangguran karena
belum tertampung oleh pasar kerja, dimana tingkat pengangguran terbuka (TPT) paling besar adalah lulusan SMK
sebesar 11,24%, kemudian lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 9,55%, disusul lulusan sekolah menengah
pertama (SMP) sebesar 7,15%, dilanjutkan dengan lulusan yang bertitel diploma
sebesar 6,14%, kemudian yang bertitel sarjana sebesar 5,65%. Jumlah paling
rendah ditemui pada lulusan SD ke bawah dengan persentase sebesar 3,04% (Koran Tempo, Kamis 6 November 2014:18).
Dari data
BPS diatas, dapat diketahui bahwa lulusan SMK mendominasi jumlah pengangguran
di Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa ada ketidak sesuaian antara tujuan dari diselenggarakannya
suatu program pendidikan dengan kenyataan dilapangan. Kesenjangan atau ketidak sinkronan yang terjadi antara kebutuhan di dunia kerja dengan penyediaan tenaga kerja dari institusi
pendidikan kejuruan khususnya SMK, disinyalir menjadi salah satu penyebab
ketidak tercapaian tujuan dari pendidikan kejuruan yakni pendidikan untuk
bekerja. Gejala kesenjangan ini juga diungkapkan oleh Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Larso
Marbun mengenai rendahnya
kompetensi lulusan, "Kualitas lulusan SMK banyak yang
tidak sesuai dengan permintaan pasar tenaga kerja saat ini, akhirnya banyak
yang menganggur" (Republika.co.id, 2014).
Menanggapi kebutuhan akan tenaga kerja terampil tingkat
menengah, pemerintah melalui PP No.31
tahun 2006 tentang sistem diklat berbasis kompetensi, mulai tahun 2015, sistem
pendidikan berbasis kompetensi di SMK semakin disempurnakan dengan pengembangan
Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP- P1) SMK. Untuk itu,
pada tahun 2014 sebanyak 300 SMK yang dulunya bertitel Sekolah Bertaraf
Internasional (SBI) dan saat ini telah menjalankan standart ISO 9001 disiapkan
untuk membentuk LSP-P1 dengan mengikuti pelatihan asesor kompetensi dan
pelatihan penerapan dokumen mutu, sebagai persyaratan LSP-P1. Dari
300 SMK, 150 SMK telah memasukkan dokumen mutu dan 98 SMK diantaranya telah
dilakukan asesmennya oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sampai
tahun 2015 ada 25 SMK telah menyelesaikan perbaikan dokumen
(bnsp.go.id). Sesuai dengan kesepakatan Direktorat Pembinaan SMK Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) mulai tahun 2015 siswa SMK akan
mengikuti uji kompetensi atau sertifikasi kompetensi mengacu pada standar BNSP
yakni Standar Kompetensi
Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai standar Nasional.
Sertifikasi
diperlukan agar, kompetensi yang dimiliki oleh setiap tenaga kerja, mendapatkan
pengakuan baik secara regional maupun nasional, terlebih lagi dalam menghadapi
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dalam bidang jasa telekomunikasi sendiri,
tenaga kerja bersertifikat menjadi persyaratan mutlak dalam menjalankan
proyek-proyek besar yang didanai oleh pemerintah. Selain persiapan berupa sikap
dan mental serta keahlian, juga diperlukan persiapan adminstratif yang meliputi
surat keterangan lulus atau ijazah, sertifikat kompetensi, sertifikat
pendukung, referensi, dan lain-lain yang menjadi syarat untuk diterima di dunia
kerja (Hermansyah, 2010). SKKNI telah
dibentuk, lembaga pendidikan profesi dan lembaga pelatihan telah siap
menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, lembaga sertifikasi profesi yang
memberikan jaminan dan pengakuan atas kompetensi profesi telah tersedia dan
semakin banyak jenis pekerjaan yang disertifikasi sesuai standar, dan semuanya
telah bekerja dalam suatu sistem yang dibangun secara Nasional, permasalahannya
adalah, dengan begitu banyak kelembagaan dan kegiatan yang fokus kepada
indentifikasi, pengukuran, dan pengembangan kompetensi seseorang, belum banyak
kajian yang fokus kepada hal-hal yang membentuk dan mempengaruhi kompetensi
seseorang, sehingga permasalahan kompetensi cukup diatasi dengan berbagai
program pendidikan dan pelatihan.
Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa antara kenyataan
dalam kehidupan sehari-hari dengan kajian ilmiah masih terdapat jurang yang
cukup luas untuk diisi guna menyempurnakan pemahaman konsep kompetensi dan
efektivitas pengembangan kompetensi untuk produktivitas SDM. Maka yang tidak
kalah pentingnya adalah pemahaman akan faktor-faktor yang mempengaruhi
penguasaan kompetensi seseorang dan kaitannya dengan kinerjanya. Untuk itu,
peneliti mengangkat penelitian dengan judul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Pencapaian Kompetensi Teknik Instalasi Fiber Optik (TIFO) di Lembaga
Sertifikasi Profesi dan Dampaknya pada Kinerja Lulusan di Dunia Kerja”.
Pemisahan Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Tinggi
Sudah Benar memisahkan Pendidikan Dasar Menengah (Budaya) dan
Pendidikan Tinggi (Riset Teknologi). Pembentukan Kementerian Baru Dikti Ristek
ini jika melihat cerita sukses Pendidikan di Jerman maka ini keputusan tepat.
Di Jerman Pendidikan Tinggi disatukan dengan Riset dan Teknologi dan dipegang
oleh Menteri di Level Nasional. Jadi, pendidikan tinggi kebijakannya di level
negara.
Pendidikan Dasar dan Menengah (termasuk budaya) di Jerman
dipisah dengan Dikti Ristek. Tidak cuma dipisah, di Jerman TIDAK ADA kementrian
untuk Dikdasmenbud di level NEGARA. Dikdasmenbud adanya di level PROPINSI.
Propinsi punya otonomi untuk mengembangkan Dikdasmenbud. Hanya untuk konteks
ini Indonesia jangan contoh Jerman dikarenakan disparitas antar propinsi di
Indonesia amat besar, jika diserahkan ke propinsi jurangnya semakin besar.
Jadi, Dikdasmenbud dengan persoalan begitu rumit di Indonesia harus dipegang
oleh kekuasaan di level negara.
Berangkat dari hal tersebut sebenarnya, jika mengacu pada
sejarah sukses Jerman maka keputusan Presiden untuk memecah Pendidikan dalam
Dikdasmen (yang digabungkan dengan Budaya) dan Dikti (yang digabungkan Riset
dan Teknologi) adalah Keputusan tepat jika bercermin dari sejarah sukses di
negara lain yang Pendidikan, Riset dan Teknologinya maju bahkan kesejahteraan
penduduknya merata.
XXX
Jenjang Pendidikan Tinggi di Indonesia harus disempurnakan untuk
mencetak Ilmuwan!
PTN harus diinisiasikan untuk membangun jenjang Pendidikan yang baik agar tercipta SDM yang baik. Kemampuan Riset dan Konseptual Para Akademisi kita itu amat rendah. Kita kekurangan para ahli riset yang mumpuni baik itu riset murni untuk loncatan teknologi maupun riset aplikatif untuk solusi tepat guna persoalan masyarakat.
PTN harus diinisiasikan untuk membangun jenjang Pendidikan yang baik agar tercipta SDM yang baik. Kemampuan Riset dan Konseptual Para Akademisi kita itu amat rendah. Kita kekurangan para ahli riset yang mumpuni baik itu riset murni untuk loncatan teknologi maupun riset aplikatif untuk solusi tepat guna persoalan masyarakat.
Jenjang Akademik seperti S1, S2 dan S3 terutama pada PTN Top
harus diperbaiki! Untuk catatan: Jenjang Akademik itukan fokusnya pada Transfer
Ilmu, Riset Murni dan Riset Aplikatif dan ini dilaksanakan oleh Universitas,
Institut dan di Sekolah Tinggi.
Mestinya penerimaan mahasiswa baru di PTN Top dari lulus SMU
langsung studi lanjut sampai ke S2. Dengan demikian maka akan banyak SDM yang
siap untuk riset yang dihasilkan oleh PTN top. Tetap boleh begitu lulus S1
tidak lanjutkan ke S2, hanya mestinya jenjangnya disiapkan langsung lulus SMU
dimudahkan untuk kuliahnya lanjut sampai S2. Dikarenakan S1 itu nanggung: tidak
trampil tapi juga tidak terdidik kuat secara konsep.
Kedepan PTN-PTN besar seperti UGM, UI, ITB, IPB, Unair, Unpad,
ITS, Undip, UNS, Unibraw, USU, Unand, Unsri, Unhas HARUSnya mulai mempelopori
Program UMPTN-nya langsung untuk menerima lulusan SMU dididik sampai S2.
Sementara untuk PTN “yang biasa saja” tidak perlu dibebani untuk
mencetak SDM yang kuat di riset. Dengan kata lain biarkan PTN “yang biasa saja”
dengan Program normalnya. Begitu juga dengan PTS diserahkan pada kebijakan PTS
masing-masing. Untuk diingat kenapa PTN “yang biasa saja” tidak dibebankan
untuk pengembangan riset? Point pentingnya adalah TIDAK perlu semua Universitas
harus hebat di riset!
Riset butuh resources yang amat khusus dan amat mahal. Jadi
TIDAK perlu dibebankan pada semua. Diberi misi pada PTN yang sudah top saja
untuk juga mengembangkan riset. Cukup 20-25 PTN saja.
Sisanya tetap biarkan berjalan seperti selama ini dengan
peningkatan kualitas proses belajar tentu saja harus dilakukan. Tugas
pengajaran itu tidak kalah pentingnya dengan riset dan porsi universitas yang
terlibat dalam pengajaran itu harus lebih banyak dan jauh lebih banyak dengan
porsi universitas yang menjalankan misi riset.
Jadinya universitas yang tidak dibebani misi riset dapat fokus
pada pengembangan pengajaran dan transfer ilmu yang baik. Tentu saja mereka
bisa tetap mengembangkan riset pada batas2 tertentu.
XXX
Membangung Tradisi Pendidikan Vokasi untuk mencetak Para
Kapten-Kapten Industri dan Prajurit Tangguh Operator Lapangan
Kota Vokasi
SDM industri kita memang levelnya memble. Tidak siap untuk
kompetisi global. Dikarenakan Industri kita diisi oleh SDM S1 yang memble
dipraktek tapi juga mentah diteori. Mestinya indsutri kita diisi oleh hasil
dari pendidikan vokasi. Sayangnya pendidikan vokasi diabaikan karena tradisi
masyarakat kita yang “gila gelar”. Jadilah berbondong ke jenjang sarjana dan
lulus tidak siap kerja sehingga industri hanya tersedia SDM yang tidak trampil.
Ini salah satu kunci kekalahan industri kita saat kompetisi global.
Meskipun terlambat tampaknya pemerintah mulai benahi jenjang
vokasi. Jenjang Vokasi itu sejatinya fokus pada dua hal sebagai berikut:
1) Sekolah Vokasi untuk Transfer Ilmu, sedikit Riset terutama
Riset Aplikasi serta Traning untuk Penguasan Tools dan Teknologi Aplikatif.
Nah untuk tugas ini diserahkan pada Sekolah Vokasi Tinggi Negeri
(SVTN) dan Politeknik Negeri (Poltekneg). Jenjang yang dibuka adalah D4
(Sarjana Terapan) serta S2 Terapan. Tujuannya menghasilkan TENAGA AHLI yang
TRAMPIL yang mensupervisi pekerjaan dan tugas di industri. Mereka disiapkan
menjadi Kapten-Kapten Industri.
Jadinya, instititusi STVN dan Poltekneg JANGAN dibebani buka D1,
D2 dan D3.
Sekolah-sekolah Vokasi Tinggi Negeri di UGM, UI, IPB, Unair, Unpad, Undip, dll serta Politeknik terbaik seperti PENS, PPNS, Polban, Polman, PNJ, PNS sebaiknya SEGERA MENUTUP semua program D3-nya serta membuka HANYA Program D4 dan S2 Terapan.
Sekolah-sekolah Vokasi Tinggi Negeri di UGM, UI, IPB, Unair, Unpad, Undip, dll serta Politeknik terbaik seperti PENS, PPNS, Polban, Polman, PNJ, PNS sebaiknya SEGERA MENUTUP semua program D3-nya serta membuka HANYA Program D4 dan S2 Terapan.
2) Sekolah Vokasi untuk Traning Penguasan Tools dan
Teknologi Aplikatif dan sedikit Transfer Ilmu.
Nah yang ini dibebankan pada Akademi Negeri atau Akademi
Komunitas Negeri. Jenjang yang mereka buka adalah D1, D2 dan D3. Ini
benar-benar tujuannya untuk mendidik Pekerja Trampil yang siap pakai menjadi
prajurit tangguh operator lapangan.
Program D1, D2 dan D3 diserahkan pada Akademi Negeri dan Akademi
Komunitas Negeri.
Pembagian tersebut harusnya dirumuskan secara baik sehingga kita
tersedia SDM yang kuat diriset dan teori serta tersedia juga yang trampil kerja
di industri.
Dari tepian lembah Sungai ElbeDOWNLOAD STRUKTUR KURIKULUM 2013 SMK/MAK
DOWNLOAD STRUKTUR KURIKULUM 2013 SMK/MAK BIDANG KEAHLIAN : AGRIBISNIS DAN AGROTEKNOLOGI
BIDANG KEAHLIAN : AGRIBISNIS DAN AGROTEKNOLOGI (Download)Meliputi:
Program Keahlian : Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian Dan Perikanan
Program Keahlian : Agribisnis Produksi Tanaman
Program Keahlian : Agribisnis Produksi Ternak
Program Keahlian : Kehutanan (Program 4 Tahun)
Program Keahlian : Kesehatan Hewan
Program Keahlian : Mekanisasi Pertanian
DOWNLOAD STRUKTUR KURIKULUM 2013 SMK/MAK BIDANG KEAHLIAN : BISNIS DAN MANAJEMEN
BIDANG KEAHLIAN : BISNIS DAN MANAJEMEN (Download)Meliputi:
Program Keahlian : Administrasi
Program Keahlian : Keuangan
Program Keahlian : Tata Niaga
DOWNLOAD STRUKTUR KURIKULUM 2013 SMK/MAK BIDANG KEAHLIAN : KESEHATAN
BIDANG KEAHLIAN : KESEHATAN (Download)Meliputi:
Program Keahlian : Pekerjaan Sosial
Program Keahlian : Kefarmasian
Program Keahlian : Keperawatan
DOWNLOAD STRUKTUR KURIKULUM 2013 SMK/MAK BIDANG KEAHLIAN : PARIWISATA
BIDANG KEAHLIAN : PARIWISATA (Download)Meliputi:
Program Keahlian : Kepariwisataan
Program Keahlian : Tata Boga
Program Keahlian : Tata Busana
Program Keahlian : Tata Kecantikan
DOWNLOAD STRUKTUR KURIKULUM 2013 SMK/MAK BIDANG KEAHLIAN : PERIKANAN DAN KELAUTAN
BIDANG KEAHLIAN : PERIKANAN DAN KELAUTAN (Download)Meliputi:
Program Keahlian : Pelayaran
Program Keahlian : Teknologi Dan Produksi Perikanan Budidaya
Program Keahlian : Teknologi Penangkapan Ikan
DOWNLOAD STRUKTUR KURIKULUM 2013 SMK/MAK BIDANG KEAHLIAN : SENI PERTUNJUKAN
BIDANG KEAHLIAN : SENI PERTUNJUKAN (Download)Meliputi:
Program Keahlian : Seni Karawitan
Program Keahlian : Seni Musik
Program Keahlian : Seni Pedalangan
Program Keahlian : Seni Tari
Program Keahlian : Seni Teater
DOWNLOAD STRUKTUR KURIKULUM 2013 SMK/MAK BIDANG KEAHLIAN : SENI RUPA DAN KRIYA
BIDANG KEAHLIAN : SENI RUPA DAN KRIYA (Download)Meliputi:
Program Keahlian : Desain Dan Produksi Kriya
Program Keahlian : Seni Rupa
DOWNLOAD STRUKTUR KURIKULUM 2013 SMK/MAK BIDANG KEAHLIAN : TEKNOLOGI DAN REKAYASA
BIDANG KEAHLIAN : TEKNOLOGI DAN REKAYASA (Download)Meliputi:
Program Keahlian : Geologi Pertambangan
Program Keahlian : Geomatika
Program Keahlian : Teknik Grafika
Program Keahlian : Teknik Bangunan
Program Keahlian : Teknik Elektronika
Program Keahlian : Teknik Energi Terbarukan
Program Keahlian : Teknik Furnitur
Program Keahlian : Teknik Industri
Program Keahlian : Teknik Instrumentasi Industri
Program Keahlian : Teknik Ketenagalistrikan
Program Keahlian : Teknik Kimia
Program Keahlian : Teknik Mesin
Program Keahlian : Teknik Otomotif
Program Keahlian : Teknik Perkapalan
Program Keahlian : Teknik Perminyakan
Program Keahlian : Teknik Pesawat Udara
Program Keahlian : Teknik Plambing Dan Sanitasi
Program Keahlian : Teknologi Tekstil
STRUKTUR KURIKULUM 2013 SMK/MAK BIDANG KEAHLIAN : TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
BIDANG KEAHLIAN : TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (Download)Meliputi:
Program Keahlian : Teknik Broadcasting
Program Keahlian : Teknik Komputer Dan Informatika
Program Keahlian : Teknik Telekomunikasi
Workshop Konten Edukasi Berbasis Kurikulum 2013
Segera Hadiri
Workshop Konten Edukasi Berbasis Kurikulum 2013.
di Universitas Negeri Semarang
Kampus Sekaran
Sabtu, 08 November 2014 membahas tentang membuat profile company dan sekolah serta katalog digital.
Materi Pelatihan Guru : Implementasi Kurikulum 2013
![]() |
| Buku materi pelatihan guru mata pelarajan Prakarya dan Kewirausahaan SMA/SMK |
Berikut ini adalah beberapa bahan materi yang dibahas pada pelatihan guru guna penerapan kurikulum 2013 yang dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober 2014. mata pelajaran yang dibahas pada pertemuan tersebut adalah mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan SMA/SMK. bagi bapak/ibu guru yang ingin mendalami tentang seluk-beluk penerapan kurikulum 2013 khususnya pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan, silakan langsung mengunduhnya secara gratis pada link dibawah ini;
Download Materi Pelatihan Kurikulum 2013
| No |
Materi
| Unduh |
| 1. | Modul_Pelatihan_Guru_Praka | Unduh |
| 2. | Administrasi Pendukung Prakarya dan Kewirausahaan Kurtilas | Unduh |
| 3. | Contoh RPP Prakarya dan Kewirausahaan Kurtilas | Unduh |
| 4. | Contoh LPP Prakarya dan Kewirausahaan Kurtilas | Unduh |
| 5. | Contoh LPK Prakarya dan Kewirausahaan Kurtilas | Unduh |
| 6. | Contoh LPS Prakarya dan Kewirausahaan Kurtilas | Unduh |
| Semoga Bermanfaat |
Perangkat Kurikulum 2013 : SD, SMP, SMA, & SMK
Perangkat Materi
Kurikulum 2013 ini kami hanya meneruskan posting dari kkgjaro. yang mana
berbagai kelengkapan untuk menyambut atau dalam pelaksanaan kurikulum 2013
kelak bapak ibu telah mengetahui seluk beluk kurikilum ini. Semoga
bisa menjadi pencerahan buat bapak/ibu semua dan ucapan terima kasih kami
sampaikan pada kkgjaro.
Source:http://kkgjaro.blogspot.com/2013/12/download-perangkat-kurikulum-2013.html#ixzz3GVrV8hNP
Download
Perangkat Kurikulum 2013
Source:http://kkgjaro.blogspot.com/2013/12/download-perangkat-kurikulum-2013.html#ixzz3GVrV8hNP
Download Perangkat Kurikulum 2013
| No |
Materi
| Unduh |
| 1. | Bahan ajar RPP | Unduh |
| 2. | Pedoman Penilaian SD (Buku Rapor) | Unduh |
| 3. | Pedoman Penilaian SD (Panduan Teknis Penilaian Kelas) | Unduh |
| 4. | Pedoman Penilaian SD (Panduan Teknis Pengisian Nilai) | Unduh |
| 5. | Pedoman Penilaian SMP (Juknis Pengisian Raport) | Unduh |
| 6. | Pedoman Penilaian SMP (Penilaian Ketrampilan) | Unduh |
| 7. | Pedoman Penilaian SMP (Penilaian Sikap) | Unduh |
| 8. | Pedoman Penilaian SMP (Penilaian Pengetahuan) | Unduh |
| 9. | Pedoman Peniaian SMA | Unduh |
| 10. | Pendekatan Saintifik | Unduh |
| 11. | Pengelolaan dan Penyusunan Kurikulum | Unduh |
| 12. | Supervisi Akademik | Unduh |
| 13. | Permendikbud 81A dan Lampirannya | Unduh |
| 14. | Bahan Tayang Power Point – 01. RPP | Unduh |
| 15. | Bahan Tayang Power Point – 02. Penilaian SD | Unduh |
| 16. | Bahan Tayang Power Point – 03. Penilaian Sikap SMP | Unduh |
| 17. | Bahan Tayang Power Point – 04. Penilaian Pengetahuan SMP | Unduh |
| 18. | Bahan Tayang Power Point – 05. Penilaian Ketrampilan SMP | Unduh |
| 19. | Bahan Tayang Power Point – 06. Penulisan Rapor SMP | Unduh |
| 20. | Bahan Tayang Power Point – 07. Penulisan Rapor SMA | Unduh |
| 21. | Bahan Tayang Power Point – 08. Standar Penilaian SMA | Unduh |
| 22. | Bahan Tayang Power Point – 09. Model Penilaian SMK | Unduh |
| 23. | Bahan Tayang Power Point – 10. Penilaian Sikap SMK | Unduh |
| 24. | Bahan Tayang Power Point – 11. Penilaian Pengetahuan SMK | Unduh |
| 25. | Bahan Tayang Power Point – 12. Penilaian Ketrampilan SMK | Unduh |
| 26. | Bahan Tayang Power Point – 13. Penulisan Rapor SMK | Unduh |
| 27. | Bahan Tayang Power Point – 14. Penilaian Pembelajaran SMK | Unduh |
| 28. | Bahan Tayang Power Point – 15. Konsep Penilaian (SD, SMP, SMA, SMK) | Unduh |
| 29. | Bahan Tayang Power Point – 16. Pendekatan Saitifik 1 | Unduh |
| 30. | Bahan Tayang Power Point – 17. Pendekatan Saitifik 2 | Unduh |
| 31. | Bahan Tayang Power Point – 18. Pendekatan Saitifik 3 | Unduh |
| 32. | Bahan Tayang Power Point – 19. Pendekatan Saitifik 4 | Unduh |
| 33. | Bahan Tayang Power Point – 20. Pengelolaan Kurikulum 1 | Unduh |
| 34. | Bahan Tayang Power Point – 21. Pengelolaan Kurikulum 2 | Unduh |
| 35. |
Unduh Materi Pelatihan Guru: Implementasi Kurikulum 2013
| Unduh |
Discovery Learning : Metode Belajar Tematik Integratik dalam Kurikulum 2013
Salah satu metode belajar yang
akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju adalah
metode discovery. Hal ini disebabkan karena metode ini:
- Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif;
- Dengan menemukan dan menyelidiki sendiri konsep yang dipelajari, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan dan tidak mudah dilupakan siswa;
- Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain;
- Dengan menggunakan strategi discovery anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat dikembangkan sendiri;
- Siswa belajar berpikir analisis dan mencoba memecahkan problema yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan nyata.
Metode pembelajaran discovery merupakan suatu metode pengajaran yang menitikberatkan pada aktifitas siswa dalam belajar. Dalam proses pembelajaran dengan metode ini, guru hanya bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator yang mengarahkan siswa untuk menemukan konsep, dalil, prosedur, algoritma dan semacamnya.
Tiga ciri utama belajar menemukan yaitu: (1) mengeksplorasi dan
memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi
pengetahuan; (2) berpusat pada siswa; (3) kegiatan untuk menggabungkan
pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah ada.
Whewell mengajukan model penemuan dengan tiga tahap, yaitu: (1)
mengklarifikasi; (2) menarik kesimpulan secara induksi; (3) pembuktian
kebenaran (verifikasi). Langkah-langkah pembelajaran discovery adalah
sebagai berikut:
- Identifikasi kebutuhan siswa;
- Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep dan generalisasi pengetahuan;
- Seleksi bahan, problema/ tugas-tugas;
- Membantu dan memperjelas tugas/ problema yang dihadapi siswa serta peranan masing-masing siswa;
- Mempersiapkan kelas dan alat-alat yang diperlukan;
- Mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan;
- Memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan;
- Membantu siswa dengan informasi/ data jika diperlukan oleh siswa;
- Memimpin analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi masalah;
- Merangsang terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa;
- Membantu siswa merumuskan prinsip dan generalisasi hasil penemuannya.
Beberapa keuntungan belajar discovery yaitu: (1) pengetahuan bertahan lama dan mudah diingat; (2) hasil belajar discovery mempunyai efek transfer yang lebih baik dari pada hasil lainnya; (3) secara menyeluruh belajar discovery meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berpikir bebas. Secara khusus belajar penemuan melatih keterampilan-keterampilan kognitif siswa untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. Beberapa keunggulan metode penemuan juga diungkapkan oleh Suherman, dkk (2001: 179) sebagai berikut:
- Siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berpikir dan menggunakan kemampuan untuk menemukan hasil akhir;
- Siswa memahami benar bahan pelajaran, sebab mengalami sendiri proses menemukannya. Sesuatu yang diperoleh dengan cara ini lebih lama diingat;
- Menemukan sendiri menimbulkan rasa puas. Kepuasan batin ini mendorong ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya meningkat;
- Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode penemuan akan lebih mampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks;
- Metode ini melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri.
Selain memiliki beberapa keuntungan, metode discovery juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya membutuhkan waktu belajar yang lebih lama dibandingkan dengan belajar menerima. Untuk mengurangi kelemahan tersebut maka diperlukan bantuan guru. Bantuan guru dapat dimulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan dengan memberikan informasi secara singkat. Pertanyaan dan informasi tersebut dapat dimuat dalam lembar kerja siswa (LKS) yang telah dipersiapkan oleh guru sebelum pembelajaran dimulai.
Sekolah di Mata Para Siswanya
Wahai para orangtua dan guru yang
saya cintai, pernahkah kita sekali-kali jalan-jalan dan mampir disebuah warnet
pada jam anak-anak bersekolah, maka saya jamin anda akan menemukan pemandangan
yang mengagumkan sekaligus mencengangakan.
![]() |
| Foto ini bukan di Lab komputer source: http://kumpulanhottheadskaskus.blogspot.com/ |
Iseng-iseng saya coba bertanya
pada anak-anak ini “hei, kalian kok tidak pada sekolah, bolos ya?” dengan nada
acuh tak acuh mereka menjawab “ya om, bosen dikelas melulu setiap hari,
gitu-gitu aja gak ada tantangan, asyikan main game kayak gini, banyak
tantangannya lo om” untuk memuaskan rasa ingin tahu saya, saya coba tanyakan
pada anak lainnya dengan pertanyaan yang sama, lalu apa jawab si anak, “ iya om
aku bolos, habis gurunya galak-galak sih, bisanya cuma ngerjain ini ngerjain
itu, tugas ini tugas itu, udah gitu eh.. Dia malah ngeloyor keluar gak tahu
kemana. Begitulah kira-kira dialog singkat saya dengan mereka.
Ketika saya tanyakan kepada pihak
sekolah mengenai para siswanya yang bolos tadi salah satu gurunya menjawab
demikian “iya, anak itu memang sering bolos pak, mereka memang sudah biasa
begitu” ya, lagi-lagi anak kitalah yang bersalah, kita semua para guru tidak
pernah merasa bersalah, saya mulai bertanya-tanya didalam
hati mengenai anak-anak yang berada di warnet tadi, apakah mereka membolos
karena mereka tidak suka belajar, atau karena guru-gurunya yang tidak mampu
membuat mereka tertarik untuk belajar ?.
Community College Initiative Program for Indonesians (Deadline November 1, 2012)
This international educational exchange program enables individuals
to study at a community college in the United States to develop
professional skills.
Eligible fields are Business Management and Administration; Tourism and Hospitality Management; Health Professions, including Nursing; Media; Information Technology; Agriculture; and Engineering Science. (Specific fields of interest can be found on the last page of the CCIP application form).
ELIGIBILITY
To apply to the program, candidates must:
U.S. PROGRAM
The Community College Initiative Program will provide funding for round-trip airfare to the U.S.; a living allowance during English language, academic, and practical training program components; tuition costs; health insurance; and cultural enhancement activities. Students will be hosted in groups by community colleges competitively selected to participate in the program. Students are required to return home at the end of their program and may not transfer to a four-year U.S. academic institution.
SUBMISSION OF APPLICATIONS
Please return to AMINEF your complete application package by the application deadline that includes:
AMINEF Office
CIMB NIAGA Plaza, 3rd Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta 12920.
CONTACT INFORMATION AND DEADLINE
The deadline for the submission of application materials is November 1, 2012. For additional information, please contact infofulbright_ind@aminef.or.id.
To download form click here
SOURCE OF INFORMATION
Eligible fields are Business Management and Administration; Tourism and Hospitality Management; Health Professions, including Nursing; Media; Information Technology; Agriculture; and Engineering Science. (Specific fields of interest can be found on the last page of the CCIP application form).
ELIGIBILITY
To apply to the program, candidates must:
- Have completed a secondary school education or D1/D2/D3 or S1
- Preference will be given to high school graduates
- Applicants with a Bachelor’s degree are eligible, if they are applying in a field different from the field of their degree and have relevant work experience in the field for which they are applying.
- Applicants with MA or PhD degrees are not eligible to participate.
- Have relevant work experience in the field in which they are applying;
- Have English language skills that provide a basis for enrolling in academic coursework;
- Submit a complete application form;
- Minimum Institutional ITP TOEFL score 500 or TOEIC score 650 or IELTS 5.0 or IBT TOEFL 60/61. Please note that TOEFL prediction or TOEFL-like score cannot be accepted.
U.S. PROGRAM
The Community College Initiative Program will provide funding for round-trip airfare to the U.S.; a living allowance during English language, academic, and practical training program components; tuition costs; health insurance; and cultural enhancement activities. Students will be hosted in groups by community colleges competitively selected to participate in the program. Students are required to return home at the end of their program and may not transfer to a four-year U.S. academic institution.
SUBMISSION OF APPLICATIONS
Please return to AMINEF your complete application package by the application deadline that includes:
- Completed application form without a reference letter, as it is not required.
- Copy of your most recent, less than two year old, TOEFL/TOEIC/IELTS score report.
- Copy of high school diploma and transcript (English translation).
- Copy of associate (D1/D2/D3) or bachelor’s degree transcript. Bachelor’s or Associate degree graduates should enclose this document. (English translation)
- Copy of identity document (KTP or passport).
AMINEF Office
CIMB NIAGA Plaza, 3rd Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta 12920.
CONTACT INFORMATION AND DEADLINE
The deadline for the submission of application materials is November 1, 2012. For additional information, please contact infofulbright_ind@aminef.or.id.
To download form click here
SOURCE OF INFORMATION













